Bau Pemikat Ngengat Betina dan Cara Memanfaatkannya untuk Mengendalikan Ulat


Banyak hama penting berasal dari ngengat, misalnya ulat grayak, penggerek buah, penggerek batang padi, dan ulat buah tomat atau jagung (Helicoverpa armigera). Ngengat betina memanggil pasangannya dengan bau khusus yang disebut feromon seks. Bau ini hanya dikenali oleh jantan dari jenis yang sama, bahkan dari jarak yang jauh.

Petani mungkin sudah mengenal perangkap feromon, yaitu perangkap berisi bau tiruan ngengat betina untuk menangkap ngengat jantan. Namun, para peneliti ingin melangkah lebih jauh: bagaimana caranya agar ngengat betina berhenti memanggil jantan, atau merasa "sudah kawin" padahal belum?

Ngengat Betina Memanggil Jantan

Pada malam hari, ngengat betina menjulurkan ujung perutnya untuk mengeluarkan feromon ke udara. Feromon ini dibuat dari lemak di dalam kelenjar khusus di ujung perut. Setiap jenis ngengat memiliki campuran bau yang berbeda, sehingga jantan tidak salah pasangan.

Setelah Kawin, Perilaku Betina Berubah

Begitu sudah kawin, ngengat betina:

  • berhenti mengeluarkan feromon dan tidak lagi memanggil jantan,
  • menolak jantan lain, ada yang sementara dan ada yang selamanya,
  • mulai bertelur lebih banyak.

Dari sinilah muncul gagasan menarik. Bagaimana jika ngengat betina yang belum kawin dibuat merasa sudah kawin? Ia tidak akan memanggil jantan, tidak terjadi perkawinan, dan telur yang diletakkan tidak akan menetas.

"Tombol Nyala" Pembuatan Feromon

Peneliti menemukan bahwa otak ngengat mengeluarkan hormon yang menjadi tombol nyala pembuatan feromon setiap malam. Hormon ini menyalakan sebuah enzim penting di kelenjar feromon.

Hal yang mengejutkan, beberapa herbisida pembasmi rumput yang cara kerjanya menghambat enzim yang sama ternyata juga bisa menekan pembuatan feromon pada ngengat di laboratorium. Ini membuka kemungkinan cara baru mengganggu perkawinan ngengat. Namun, cara ini masih tahap penelitian dan belum bisa diterapkan di lapangan, karena belum diketahui cara yang tepat dan aman untuk menyebarkannya ke ngengat.

Peneliti juga berhasil membuat ngengat betina menghasilkan feromon jauh lebih sedikit dengan cara "mematikan" penerima pesan hormon tersebut. Sayangnya, hormon tombol nyala ini dimiliki hampir semua serangga, termasuk serangga bermanfaat, sehingga kurang cocok dijadikan sasaran pengendalian.

"Tombol Mati" dari Ngengat Jantan

Saat kawin, jantan tidak hanya mengirim sperma, tetapi juga cairan yang mengandung zat penanda. Zat ini masuk ke tubuh betina dan bekerja sebagai tombol mati: betina berhenti memanggil jantan dan mulai rajin bertelur.

Zat tombol mati ini pertama kali ditemukan pada lalat buah. Ketika zat dari lalat buah tersebut disuntikkan ke ngengat betina yang belum kawin, ngengat itu langsung berhenti memproduksi feromon dan berhenti memanggil jantan. Peneliti juga menemukan "penerima pesan" zat ini di tubuh ngengat betina. Tombol mati inilah yang dinilai lebih menjanjikan untuk pengendalian hama.

Harapan untuk Pengendalian di Masa Depan

Melepas jantan mandul

Ada cara pengendalian yang disebut teknik jantan mandul: jantan dalam jumlah besar dibuat mandul lalu dilepas ke alam. Betina yang kawin dengan jantan mandul tidak menghasilkan keturunan. Cara ini paling berhasil pada hama yang betinanya hanya kawin sekali. Jika betina kawin berkali-kali, ia masih bisa mendapat sperma dari jantan liar yang subur.

Jika jantan mandul "dibekali" zat tombol mati yang kuat, betina yang kawin dengannya tidak akan mau kawin lagi. Dengan begitu, teknik jantan mandul akan jauh lebih ampuh.

Jantan sebagai kurir

Peneliti juga membayangkan ngengat jantan hasil rekayasa yang membawa zat penekan perkawinan, sehingga zat tersebut tersebar sendiri ke betina-betina di alam melalui perkawinan. Cara ini masih menunggu teknologi dan peraturan yang mendukung.

Apa Artinya bagi Petani Saat Ini?

  • Manfaatkan perangkap feromon yang sudah tersedia di pasaran untuk memantau dan mengurangi populasi ngengat jantan. Pasang sejak awal tanam.
  • Pilih feromon yang sesuai jenis hama, karena setiap jenis ngengat memiliki bau yang berbeda.
  • Gunakan hasil tangkapan sebagai penanda. Jika tangkapan ngengat meningkat, waspadai munculnya ulat beberapa hari kemudian.

Penutup

Pembuatan feromon ngengat diatur oleh tombol nyala dari otak sebelum kawin dan tombol mati dari cairan jantan setelah kawin. Penelitian tentang tombol-tombol ini membuka peluang cara baru untuk menggagalkan perkawinan ngengat hama, sehingga populasi ulat di lahan bisa ditekan tanpa banyak menyemprot insektisida.


Sumber Rujukan:

Rafaeli, A. (2016). Revelations on the Regulatory Mechanisms in Moth Sex-Pheromone Signals. Dalam H. Czosnek & M. Ghanim (Eds.), Management of Insect Pests to Agriculture: Lessons Learned from Deciphering their Genome, Transcriptome and Proteome (hlm. 115–129). Springer International Publishing Switzerland. https://doi.org/10.1007/978-3-319-24049-7_5

Posting Komentar untuk "Bau Pemikat Ngengat Betina dan Cara Memanfaatkannya untuk Mengendalikan Ulat"