Ranah Ekologi dan Pentingnya Ekologi Serangga

Ekologi Serangga

Definisi

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos("ilmu"). Ekologi juga dapat diartikan sebagai  ilmu yang mempelajari lingkungan tempat tinggal suatu makhluk hidup.

Tujuan dan Manfaat Mempelajari Ekologi Serangga

Awalnya adalah bertanya tentang "Bagaimana", dan pada akhirnya mencari tahu "Mengapa". Setidaknya ada 2 tujuan mempelajari ekologi, yaitu untuk mengetahui mengapa suatu organisme ada disuatu tempat/tidak ada ditempat lain, dan mengapa jumlahnya sedikit atau banyak. Ekologi dapat memberikan pengertian dan menerangkan distribusi serta kelimpahan suatu organisme, serta dapat untuk menjelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi.

Ekologi serangga, sebagai ilmu ekologi yang memfokuskan pada organisme serangga, menarik dan sangat dibutuhkan untuk dipelajari. Alasan mengapa ekologi serangga dibutuhkan karena manusia akan senantiasa berinteraksi dengan serangga. Hal ini karena banyak aspek dalam kehidupan manusia yang melibatkan serangga. Terlepas dari segi interaksi antara manusia dan serangga, serangga adalah organisme yang menakjubkan. Beberapa fakta yang perlu diketahui tentang serangga seperti bahwa dari 1,8 jutaan spesies yang ada di dunia, 950ribu diantaranya adalah serangga. Serangga mampu hidup diberbagai habitat, bahkan di tempat dimana organisme lain tidak dapat hidup. Kelimpahan jumlah dari serangga juga menjadi hal menarik, hal ini karena satu spesies serangga dapat menghasilkan banyak keturunan, sehingga jumlah masing-masing spesies serangga bisa berlimpah. Beberapa hal menarik lain seperti kemampuan metamorfosis, satu-satunya invertebrata yang dapat terbang, dan ada yang bersifat poliembrioni.

Selain pengetahuan tentang serangga, mempelajari serangga dapat memberikan keuntungan secara ekonomi kepada manusia, hal ini karena berbagai peran serangga seperti sebagai penyerbuk, pengurai, sumber makanan, penghasil sutera, shellac, pewarna maupun sebagai pengendali hayati. Selain itu ilmu ekologi serangga juga dapat membantu dalam mengendalikan serangga sebagai hama maupun vektor penyakit.

Ilmu yang Berhubungan dengan Ekologi

  • Entomologi : Ilmu yang mempelajari serangga
  • Rodentologi : Ilmu yang mempelajari rodentia (seperti tikus, dll)
  • Mikologi : Ilmu yang mempelajari tentang fungi (jamur) atau sering disebut juga cendawan
  • Anatomi :Ilmu yang mempelajari hubungan antara struktur dan organisasi dari makhluk hidup.
  • Genetika : Ilmu yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion)
  • Morfologi : Ilmu yang mempelajari tentang bentuk organisme, terutama hewan dan tumbuhan yang mencangkup bagian-bagiannya

Pendekatan dalam Mempelajari Ekologi

Prespektif yang dapat digunakan dalam mempelajari ekologi mencangkup :
  • Ekologi Landscape : Studi interaksi antara pola dalam patche (area kecil atau plot yang berbeda dari sekelilingnya) dan proses ekologis, yaitu sebab akibat secara biologi dari lingkungan patches. Lanskap dapat dibayangkan sebagai area yang terbentuk dari berbagai patches yang dicirikan dengan organisme dan lingkungan yang berbeda.
  • Ekologi Ekosistem : Studi mengenai interaksi antara organisme yang meliputi pemindahan dan aliran energi serta materi. Bagian “sistem” dari ekosistem adalah deskripsi tentang bagaimana energi atau materi bergerak/berpindah diantara organisme dan bagian di dalam lingkungan
  • Ekologi Fisiologi : Studi mengenai bagaimana interaksi organisme dengan lingkungannya di dalam menjalankan proses biokimia dan mengekspesikan perilaku adaptasi yang mencerminkan berlangsungnya proses homeostasis (meliputi pemeliharaan waktu, materi dan energi yang memungkinkan untuk tumbuh dan berkembang biak oleh suatu individu) dan keberlangsungan hidup (survival)
  • Ekologi Populasi : Studi yang menekankan pada aspek bagaimana dan mengapa populasi (kumpulan individu dari spesies yang sama) berubah di dalam ukuran dan lokasi dari waktu ke waktu.
  • Ekologi Perilaku : Studi yang mencoba memahami bagaimana perilaku tanaman atau binatang teradaptasi terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, perilaku dipahami sebagai hasil dari proses evolusi
  • Ekologi Komunitas (Sinekologi) : Studi mengenai pola dan interaksi yang terjadi di dalam kelompok atau agregat spesies yang berbeda. Distribusi dari spesies dipengaruhi oleh interaksi secara biologi (misalnya predasi dan kompetisi) dan faktor lingkungan (contohnya suhu, air dan ketersediaan unsur hara). Komunitas adalah kelompok spesies yang hadir secara bersama-sama di dalam ruang dan waktu
  • Ekologi Individu (Autoekologi) : Studi tentang suatu spesies organisme atau organisme secara individu yang berinteraksi dengan lingkungannya.
Organisme adalah menjadi salah satu subjek utama dalam ekologi. Organisme dalam ranah ekologi mencangkup tumbuhan, hewan, mikroba, zooplankton, manusia, rusa, serangga, dll. Setiap organisme akan membutuhkan habitat tertentu, yang mana macam-macam habitat juga akan dipelajari dalam ekologi seperti terestrial (yang hidup di daratan), limnologi (perairan tawar), oseanografi (kelautan), hutan hujan, perkotaan, dll.  Penerapan ekologi dapat dilakukan pada berbagai aspek seperti teori/konsep, konservasi, pertanian, kebijakan pemerintah, pendidikan, manajemen, maupun perbaikan.

Autoekologi

Serangga sebagai individu akan selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Kadangkala, lingkungan serangga menjadi hal yang merugikan bagi serangga, oleh sebab itu serangga harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Beberapa adaptasi serangga adalah dengan memiliki rasio volume permukaan yang tinggi. Hal ini bermanfaat pada kekuatan penggerak yang kuat untuk mempercepat termodinamika, pengeluaran energi yang efisien dan lebih sedikit,  dan lebih banyak pertukaran oksigen yang dapat dilakukan. Namun, rasio volume permukaan yang tinggi ini juga memiliki kerugian, yaitu meningkatkan jumlah panas dan air yang hilang dan lebih sulitnya mengontrol temperatur pada lingkungan yang tidak menguntungkan.

0 Comments