Ordo-Ordo Parasitoid (Hymenoptera)

Parasitoid anggota ordo Hymenoptera
Terdapat beberapa ordo-ordo yang termasuk dalam parasitoid, baik jumlahnya sedikit ataupun banyak. Ordo-ordo tersebut adalah Hymenoptera, Diptera, Strepsiptera, Neuroptera, Coleoptera dan Lepidoptera. Pada tulisan kali ini yang akan dibahas adalah Hymenoptera, karena sebagian besar parasitoid berasal dari ordo ini. Semoga pada tulisan kedepan dapat juga membahas ordo-ordo parasitoid yang lain.


Pendahuluan

Ordo Hymenoptera adalah ordo yang paling dominan sebagai entomofag, yaitu 1/2 diantaranya adalah parasitoid, 1/4 predator, dan 1/4 adalah predator sekaligus parasitoid. Ordo Hymenoptera terdiri dari 2 sub ordo, yaitu Symphyta dan Apocrita.  

Sub ordo Symphyta

Sub ordo symphyta mirip dengan serangga lain jika ditinjau dari strukturnya.Sub ordo ini lebih primitive dibanding sub ordo apocrita. Pada Symphyta bagian tubuh terdiri dari Head, Thorax dan Abdomen. Pada fase larva, morfologinya mirip dengan larva Lepidoptera, namun memiliki tungkai palsu pada setiap ruas. Sub ordo Symphyta terdiri dari 7 super family yaitu Tenthredinoidea, Siricoidea, pamphilioidea, Cephoidea, Xiphidrioidea, Xyeloidea, dan Orussoidea. 

Sub ordo Apocrita

Sub ordo ini dicirikan dengan ruas pertama abdomen yang menempel dengan thoraks. Jika ditinjau dari segi evolusi, sub ordo Apocrita ini lebih maju dibanding Symphyta. Bagian tubuh pada sub ordo ini terdiri dari Head, Mesosoma, dan Metasoma. Sub ordo ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Aculeata dan Parasitica. Aculeata terdiri dari 3 superfamily (namun ada yang membaginya menjadi 9), yaitu Apoidea, Chrysidoidea, dan Vespoidea. Parasitica terdiri dari Stephanoidea, Trigonalyoidea, Evanioidea, Ceraphronoidea, Proctotrupoidea, Diaprioidea, Platygastroidea, Cynipoidea, Chalcidoidea, Mymarommatoidea, dan Ichneumonoidea.

Hymenoptera Parasitoid

Tidak seluruh anggota Hymenoptera adalah parasitoid. Beberapa anggota ordo Hymenoptera yang parasitoid adalah Ichneumonidae, Braconidae yang diketahui memarasit anggota Lepidoptera, dan Encyrtidae dan Aphelinidae yang diketahui memarasit anggota homoptera. Beberapa diantara anggota ordo ini bersifat hiperparasitoid, seperti pada Ichenumonidae, Eulophidae, dan Pteromolidae.

Peletakan Telur

Telur diletakkan dalam inang

Telur yang diletakkan dalam inang dibagi menjadi empat keadaan, pertama diletakkan pada telur inang, kedua diletakkan bebas dalam rongga tubuh, ketiga diletakkan pada organ khusus (seperti di ganglion, pencernaan, dll), dan keempat adalah ditempelkan pada tubuh inang (dinding bertangkai diletakkan pada tempat oviposisi pada integumen).

Telur diletakkan diluar inang (parasitoid dalam)

Telur diletakkan bersentuhan langsung dengan inang, maupun diselipkan pada sebagian luka inang.

Telur diletakkan diluar inang (parasitoid luar)

 Telur diletakkan menempel pada integumen inang, ataupun dapat diselipkan pada luka atau lekukan integumen.

Parasitoid Telur-Larva

Diantara parasitoid, juga terdapat parasitoid yang memarasit pada dua fase seperti pada parasitoid telur-larva. Terdapat 4 superfamily yang diketahui menjadi parasitoid telur-larva, yaitu Icheneumonoidea, Chalcidoidea, Cynipoidea, dan Platygastroidea.

Phoresy

Phoresy adalah terbawanya serangga tertentu oleh serangga lain tanpa berkaitan dengan aktivitas memakan. Contohnya seperti pada Scelionidae yang menumpang pada imago inang dan menunggu hingga telur baru dikeluarkan. Hal ini dilakukan agar mendapat telu yang segar. Phoresy ini dilakukan oleh imago parasitoid betina pada imago inang betina.

Tingkat Perkembangan Pra Dewasa

Bentuk telur umumnya hymenopteriform, sedangkan larva ada yang berbentuk Sacciform. Terdapat juga yang berupa larva planidium, larva ini mampu menemukan inangnya, larva ini memiliki abdomen dengan ujung seperti penghisap dan ukuran tubuhnya relatif kecil.

0 Comments