Pra Dewasa Parasitoid

pra dewasa parasitoid, telur parasitoid, larva parasitoid, embriologi parasitoid, Pra pupa parasitoid, pupa parasitoid,
Parasitoid

Semua parasitoid termasuk holometabola, umumnya tipe Hypermetamorfosis, (larva terjadi perubahan bentuk). Ordo-ordo yang termasuk parasitoid sebagian besar berasal dari Hymenoptera dan Diptera, dan sebagian kecil berasal dari Strepsiptera, Neuroptera, Coleoptera, dan Lepidoptera.

Telur

Bentuk telur dapat berbeda-beda, bahkan dalam satu Genus dapat berbeda. Banyak dari anggota kelompok Hymenoptera memiliki bentuk telur yang mirip dengan Diptera. Ukuran telur parasitoid tidak selalu sama dengan ukuran induknya, hal ini karena parasitoid dengan ukuran kecil dapt memiliki ukuran telur yang besar, dan sebaliknya. Ukuran telur umumnya ditentukan oleh jumlah dan bentuk ovariol. Jika ovariol sedikit dan pendek maka menghasilkan telur besar, seperti pada Ichneumonidae secara umum. Apabila ovariol banyak dan panjang maka menghasilkan telur yang kecil, seperti pada Braconidae secara umum. Ukuran telur pada satu induk dapat berbeda. Teluryang diletakkan umumnya sama seperti di ovariol, tapi ada yang berubah membesar seperti pada Euphorinae (Braconidae), berbentuk double bodied, dan juga ada telur yang bertangkai. 

1. Hymenopteriform
Bentuk umum yang dimiliki kelompok Hymenoptera dan beberapa Diptera

2. Membranous
Ditemukan pada Diptera seperti Tachinidae dan Sarcophagidae

3. Acuminate
Dimiliki oleh Hymenoptera yang memiliki ovipositor panjang seperti Ichneumonidae dan Braconidae

4. Stalked (Bertangkai)
Umumnya pada Hymenoptera seperti Chalcididae, beberapa Ichneumonidae, dan Braconidae

5. Pedicellate
Telur ini memiliki alat untuk melekatkan diri pada inang

6. Encyrtiform
Terdapat pada kelompok Encyrtidae seperti Anagrus dan Ooencyrtus. Tipe telur ini tampak seperti dua telur yang terdiri dari telur asli, dan satu Aeroscopic plate yang membantu respirasi

7. Macrotype
Telur berukuran besar yaitu sekitar 0,4 hingga 0,9 mm. Bentuk telur besar dan lonjong, contohnya pada beberapa Tachinidae.

8. Microtype
Telur berukuran kecil yaitu 0,2-0,4 mm. Bisanya diletakkan pada makanan dan dapat tertelan oleh inang. Telur tipe inidapat bertahan hingga berbulan-bulan hingga termakan oleh inang.

9. Acroceriform
Bentuk telur menyerupai buah pear

Embriologi

Pada umumnya parasitoid bertipe Monoembryony seperti pada serangga non parasitoid. Inkubasi dan penetasan variatif. Pada Tachinidae inkubasi berlangsung di Uterus dan menetas segera setelah diletakkan. Walaupun umumnya bersifat monoembryony, namun juga terdapat parasitoid yang bertipe Polyembryony seperti pada Ageniaspis fascicollis (Encyrtidae), Macrocentrus (Braconidae), dan Copidosoma (Encyrtidae).


Larva

Jumlah instar

Pada Diptera, sebagian besar larva mengalami 3 kali ganti kulit, namun pada ada yang berbeda seperti pada Nematocera (4x pergantian kulit), Brachycera (3-8x pergantian kulit), dan Cyclorrhapha (3x pergantian kulit). Pada Hymenoptera jumlah instar bervariasi, pada Symphyta 5 instar, Brachonidae 3 instar, dan Ichneumonidae sekitar 4-5 instar. Pada dasarnya, untuk menentukan instar pada parasitoid cukup sulit, karena mandible tidak begitu tersklerotisasi dan berkas kulit sulit ditemukan.

Dimorfisme pada parasitoid

Dimorfisme adalah kondisi jantan dan betina parasitoid yang memiliki perilaku berbeda, contohnya pada salah satu anggota kelompok Mymaridae yang pada betina toraks dan abdomen  terdapat 5 ruas dengan banyak duri, sedangkan pada jantan terdapat 6 ruas dengan duri pada toraks.

Larva instar pertama

Larva Instar Pertama Parasitoid
Larva Instar Pertama Hymenoptera

Umumnya larva instar pertama memiliki bentuk beragam, seperti berbentuk kantung, memanjang, dll. Bentuk instar dari instar pertama ke instar selanjutnya dapat berbeda. Menurut Berlese (1913), jenis larva parasitoid dibagi 4, yaitu Protopod (tidak bersegmen), Polypod (tonjolan-tonjolan pada abdomen 11 dan 12), Oligopod (terdapat tungkai pada thoraks), dan Apodus (larva tanpa embelan).

Larva instar pertama memiliki beberapa bentuk yang diduga disebabkan karena adaptasi pada lingkungan khusus. Struktur bentuk pada larva instar pertama dapat menjadi petunjuk tentang fungsi dari strukturnya, seperti untuk Locomotion (pergerakan), Protectionv(perlindungan), Ingestion (pencernaan), dan Respiration (pernapasan).
1. Locomotion
Telur larva jenis ini diletakkan jauh dari inang, sehingga larva yang harus menemukan inangnya sendiri. Jenisnya seperti Triungulin (tungkai beruas-ruas), Planidium (setae pada toraks), Muscoidiform (Meloncat, contohnya belatung), dan Caudate (bergerak dalam tubuh inang).
Tipe Planidium

Tipe Triungulin
2. Protection
Larva pada tipe ini terpapar lama atau hidup bebas. Integument tersklerotisasi/dilindungi sisik yang tebal. Larva jenis ini agresif dengan mandible yang besar. 

3. Ingestion 
Ditemukan pada parasitoid telur dengan tipe sacciform, yang diduga menyerap makanan melalui kulit.

4. Respiration 
Ditemukan pada Endoparasitoid akuatik. Kemampuan ini dibutuhkan untuk pertukaran gas melalui kulit (baik mencangkup sistem trakea ataupun tidak), dan ditemukan pada tipe vesiculate dan caudate, dan sebagian kecil tipe encyrtiform.

Larva intermediate dan dewasa

 Larva intermediate pada ektoparasitoid tidak banyak berubah dibanding instar pertama, namun pda larva endoparasitoid terjadi banyak perubahan, seperti hilangnya embelan, mandibel yang menghilang, dan apabila bertipe caudate dan vesiculate maka bagian khususnya juga akan berubah. Selain perubahan umu tersebut, terdapat juga perubahan khusus seperti pada instar 2 dari grup Cynipoidea dan pada Mymaridae.

Larva terakhir

Mature Larvae
Pada Hymenoptera, larva terakhir berbentuk Hymenopteriform, sedangkan pada Diptera berbentuk Muscoidiform.Struktur morfologi pada instar intermediate dan terakhir dapat digunakan untuk identifikasi, seperti pada bagian struktur kepala, anatomi spirakel, penataan spirakel, dan sisa-sisa larva (bekas kulit). Bentuk tubuh larva terakhir umumnya 13 ruas dibelakang kepala, namun pada super family Cynipoidea ada 12 ruas. 

Pada Hymenoptera, memiliki ciri-ciri khusus seperti pada struktur kepala dengan sedikitnya pigmen, mandible (paling tidak) tersklerotisasi, dan bentuk mandible nya bervariasin namum umumnya bergigi. Sedangkan jika ditinjau dari anatomi dalam  pda Hymenoptera tergolong sederhana. Saluran pencernaan terdiri dari foregut, midgut, hindgut, tabung malphigi, dan kelenjar ludah. Pada foregut, faring dan esofagus berkitin. Pada midgut tidak mengandung kitin, dan salurannya tidak langsung terhubung dengan hindgut. Hindgut mengandung kitin seperti pada forergut. Tabung malphigi jumlahnya bervariasi dan terhubung dengan hindgut. Kelenjar ludah disebut juga kelenjar labium yang dipercaya berfungsi untuk pembentukan kokon. Sistem syaraf pada Hymenoptera masih primitif, yang terdiri dari otak, subesophageal ganglion, 2 deret ganglion, dan tali syaraf yang memanjang. Sistem pernapasan pada Hymenoptera terdiri dari tiga jenis, yaitu Peripreustik (pada instar lanjut) yang terdiri dari 9 pasang sistem trakea (trakea dan spirakel), Holopreustik (pada instar lanjut) yang terdiri dari 10 pasang trakea, dan Apneustik (pada instar pertama).

Pada Diptera, bentuk umum larva instar terakhir adalah muscoidiform. Struktur kepala berbeda dengan Hymenoptera, contohnya pada Cyclorrhapha yang terdiri dari buccopharyngeal dan cephalopharyngeal skeleton. Saluran pencernaan, kelenjar ludah, peredaran darah, dan syaraf mirip dengan Hymenoptera. Sistem pernapasan berupa sistem trakea metapneustic. Menurut Keilin (1944), terdapat 4 kategori sistem pernapasan pada Diptera, yaitu Kategori pertama (spirakel dan alat pernapasan inang terhubung, dan membentuk tabung), Kategori dua (tanpa membuat tabung, namun mendekati trakea), Kategori tiga (masuk tubuh inang, menembus kutikula, tapi tidak terbentuk tabung)., dan Kategori empat (larva hidup bebas). 


Pra-Pupa

Pra-Pupa
Pada fase ini, parasitoid mengalami banyak perubahan seperti serangga lain. Midgut dan Hindgut mulai tehubung pada fase ini. Ekskresi yang sebelumnya disimpan, akan dikeluarkan dalam bentuk feses yang disebut dengan meconium (jamak = meconia). Stadium pra-pupa terdiri dari 2 yaitu eonymph, berbentuk seperti instar akhir namun membengkak, dan pronymph yang dicirikan berwarna putih kekuningan, ruas pada toraks lebih sempit dari abdomen, terjadi penggentingan diruas 4 dan 5, biasanya tidak bergerak, dan difase inilah Diapause biasanya terjadi. 


Pupa

Umumnya larva akan berpupa pada bangkai inang, namun juga ada yang berpupa dalam kokon, puparium inang, atau dalam liang gerek. Pada Hymenoptera, pupa ada yang berkokon (pada Ichneumonidae), dan ada yang tidak berkokon (pada Chalcidoidea). Pada Diptera, ada yang membentuk puparium (rumah pupa yang berasal dari kulit instar terakhir) yaitu Cyclorrhapha. 

0 Comments