Pengalaman mengikuti Short Course - PARE Program Summer School di Hokkaido University

Tahun 2019 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan akademis saya. Melalui kolaborasi antara Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Hokkaido University, saya mendapat kesempatan emas untuk menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program PARE Program Summer School 2019 / Hokkaido Summer Institute (HSI 2019) di Sapporo, Jepang.



Program PARE (Populations-Activities-Resources-Environments Chain) merupakan program multidisiplin berfokus pada penyelesaian tantangan keterkaitan antara pertumbuhan populasi, aktivitas manusia, ketersediaan sumber daya, dan keberlanjutan lingkungan.

1. Persiapan & Seleksi (Februari – Juni 2019)

Perjalanan ini dimulai sejak awal tahun 2019. Dalam proses pendaftaran Hokkaido Summer Institute, terdapat koordinasi intensif mengenai berkas, pemilihan mata kuliah (seperti Introduction to PARE), hingga klarifikasi administrasi visa dengan pihak Sekretariat HSI (Yuya Funakoshi-san).

Pada pertengahan Juni 2019, kabar gembira itu resmi datang melalui Nomination Letter yang ditandatangani oleh Prof. Ko Hasegawa (Chair, Steering Committee of the PARE Program). Dari IPB University, terpilih 4 mahasiswa lintas disiplin:

  • Choirul Mahdianto (Fakultas Pertanian)

  • Sigit Suharta (Fakultas Teknologi Pertanian)

  • Riska Fatmawati (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan)

  • Nindya Maharani (Program Multidisplin / PSL)

Sebelum keberangkatan, kami mengikuti E-learning lectures (Introduction to PARE I–IV) serta sesi orientasi pra-keberangkatan melalui sistem video conference di Gedung Sekolah Pascasarjana IPB Dramaga pada awal Juli 2019 bersama tim Hokkaido University Liaison Office in Indonesia (Irena-san & Alexander-san).

2. Pengalaman Pembelajaran di Sapporo (On-Course)

Menginjakkan kaki di Kampus Utama Hokkaido University di Kita-ku, Sapporo, memberikan pemandangan akademis yang sangat berkesan. Kampus yang luas dan hijau menjadi latar belakang diskusi ilmiah yang intensif.

  • Diskusi Multidisplin: Di dalam kelas, kami berdiskusi bersama mahasiswa internasional dari berbagai negara dan latar belakang keilmuan. Pendekatan rantai PARE menuntut kami melihat masalah pertanian tidak hanya dari produktivitas lahan, tetapi juga dampaknya terhadap lingkungan, konsumsi energi, dan dinamika sosial masyarakat.

  • Perspektif Pertanian & Lingkungan: Sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian, kesempatan ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana Jepang mengelola sumber daya alam dan teknologi pertanian di wilayah beriklim sedang (temperate climate) secara efisien dan berkelanjutan.




3. Jejaring dan Pembelajaran Budaya (Cultural Mobility)

Selain perkuliahan di kelas dan lapangan, interaksi harian bersama peserta lain dan tim penyelenggara di Hokkaido University memperluas jejaring internasional kami. Pengalaman beradaptasi dengan budaya kerja dan disiplin tinggi masyarakat Jepang memberikan pelajaran berharga yang terus membekasi hingga saat ini.

Refleksi

Pengalaman di Hokkaido University pada musim panas 2019 ini menjadi salah satu fondasi penting bagi saya dalam memahami pendekatan kesisteman (systems thinking) serta pengelolaan lingkungan pertanian secara holistik—sebuah pengalaman bernilai yang kemudian terus memperkuat langkah saya dalam berkarier di bidang perlindungan tanaman dan pembangunan pertanian berkelanjutan.

Posting Komentar untuk "Pengalaman mengikuti Short Course - PARE Program Summer School di Hokkaido University"