Pengenalan Parasitoid

Parasitoid

Definisi Parasitoid dan Inang

Parasitoid adalah binatang yang hidup di atas atau di dalam tubuh binatang lain yang lebih besar (inangnya) yang memarasit hanya pada fase pradewasa, dan hidup bebas pada fase dewasa.
Inang adalah hewan yang diserang oleh parasitoid yang pada umumnya berasal dari kelas yang sama yaitu serangga, namun terdapat beberapa yang menyerang arthropoda lain.

Peran Parasitoid

Parasitoid berperan sebagai salah satu musuh alami serangga. Musuh alami serangga hama dibagi menjadi tiga golongan, yaitu predator, parasitoid, dan patogen serangga.

Perbedaan Parasitoid dan Parasit

Parasitoid :
- Inang pada umumnya berasal dari 1 kelas yang sama (insecta)
- Ukuran inang hampir sama atau lebih kecil
- Memarasit pada fase pra dewasa
- Pada umumnya tidak pernah pindah inang
- Menyebabkan kematian pada inang

Parasit :
- Inang dapat dari lain kelas
- Ukuran inang lebih besar
- Bersifat parasit selama fase hidupnya
- Dapat berpindah inang
- Pada umumnya tidak menyebabkan kematian pada inang

Sifat-sifat Parasitoid

- Ukuran lebih kecil dibanding inang (fase ketika memarasit)
- Memarasit ketika fase pra dewasa
- Habitat pradewasa dan dewasa berbeda
- Semua dari golongan Holometabola

Jenis-jenis Parasitoid

A. Berdasarkan lokasi pada inang
1. Endoparasitoid (internal): memarasit di dalam tubuh inang
2. Ectoparasitoid (eksternal): memarasit di luar tubuh inang

B. Berdasarkan jumlah individu pada inang
1. Parasitoid soliter : perkembangan hidupnya terjadi pada satu tubuh inang
2. Parasitoid gregarius : beberapa individu parasitoid dapat hidup bersama-sama dalam tubuh satu inang

C. Berdasarkan fase pada inang
1. Parasitoid Telur
2. Parasitoid Larva
3. Parasitoid Pupa
4. Parasitoid Dewasa (Imago)
5. Kombinasi di atas (mis., Parasitoid telur-larva)

D. Berdasarkan pengaruh pada inang
1. Parasitoid Idiobionts: menghentikan perkembangan inang
2. Parasitoid Koinobionts: tidak menghentikan perkembangan inang

E. Berdasarkan hubungan spesies parasitoid lainnya
1. Parasitoid primer : memarasit inang
2. Parasitoid sekunder (hiperparasitisme) : memarasit parasitoid primer
3. Parasitoid tersier (hiperparasitisme) : memarasit parasitoid sekunder

F. Berdasarkan jenis inang
1. Parasitoid spesifik : memiliki inang yang spesifik
2. Parasitoid non spesifik (generalis) : memiliki beberapa jenis inang

Pola Reproduksi pada Parasitoid

 1. Arrhenotoky :Telur yang tidak dibuahi akan menghasilkan jantan, sedangkan yang dibuahi akan menghasilkan betina
2. Deuterotoky : Betina yang tidak kawin dapat menghasilkan jantan maupun betina, namun cenderung betina.
3. Thelyotoky : Betina hanya menghasilkan betina, serangga jantan hanya dihasilkan ketika kondisi yang tidak umum (ekstrim)

Istilah-istilah penting lain

1. Cleptoparasitoid : Parasitoid yang memarasit inang yang telah diparasit
2. Autoparasitisme (autoparasitoid/adelphoparasitoid) : Parasitoid yang memarasit anggota dengan famili yang sama
3. Superparasitisme/multiparasitisme : Parasitoid yang meletakkan telur lebih banyak daripada daya tampung inangnya
4. Provigenic : Parasitoid betina telah memiliki telur-telur yang sudah matang ketika keluar dari pupa
5. Synovigenic : Parasitoid betina yang ketika keluar dari pupa, ovariumnya belum atau sedikit memiliki telur-telur yang matang
6. Partenogenesis : Salah satu jenis reproduksi aseksual dimana betina memproduksi sel telur yang berkembang tanpa melalui proses fertilisasi atau perkawinan

0 Comments